Waspada Bahaya Syiah dan metode cuci otak

Metode cuci otak oleh kalangan syiah
-. Pertama akan ditanyakan: apakah anda muslim?..
-. Jika anda muslim, apakah anda mencintai Rasulullaah?..
-. Yg benar!!.. apakah anda mencintai Rasulullaah?.. Buktinya mana?..
-. Kalau anda mencintai keluarga Rasulullaah, kok anda diam saja ketika HAK RASULULLAAH DAN KELUARGANYA DIRAMPAS?..
MUSLIM APA ANDA INI?..
Yg belum mengenal syiah tentu akan kelabakkan dengan kemasan seperti ini.
Inilah senjata awal yang dipakai.. Ketika sasaran yang dimaksud mulai bimbang, maka akan dihujani lagi dengan manipulasi sejarah islam yang.. Jujur saja.. Penuh dengan spirit kebencian atas terdholiminya Rasulullah dan keluarganya oleh ummat islam sepeninggal beliau.
Tanpa dasar pemahaman islam yg benar, maka biasanya sasaran akan “terbakar”.. Yah pastilah…
Siapa sih muslim yang tidak marah ketika Rasulullah dan keluarganya dikhianati?..
Itulah mengapa para pengikut aliran tersebut rata2 anak muda yang cerdas dibidang akademisi namun dangkal aqidah sehingga pondasinya tidak siap ketika berhadapan di wilayah ini.
Ketika sasaran telah masuk, maka metode selanjutnya adalah penggiringan bahwa ajaran islam yang kita pakai sekarang bukanlah murni ajaran islam dari baginda Rasulullah.. Ajaran islam yang kita pakai sekarang adalah dari para sahabat pengkhianat Rasulullah yang oleh kaum syiah disebut dedengkotnya adalah sayyidatuna Aisyah istri Rasulullah dan para khulafa’ Rasyidin minus sayyiduna Ali.
Ketika sampai pada fase tsb, tentu akan sangat manusiawi jika sasaran menjadi penasaran jika islam yang kita anut bukan sesuai ajaran Rasulullah.. lantas seperti apakah ajaran islam yang murni..?
Dan jawaban mereka.. ajaran islam yang murni hanya ada pada sayyiduna Ali bin Abu Thalib. (kaum syiah tidak pernah menyebutnya sayidina tetapi imam). Dan ajaran islam yang murni itulah yang diteruskan hanya oleh para pengikut Ali. Dari sinilah muncul nama syiah.
Syiah=Pengikut.
Ketika sasaran ingin tau lebih jauh maka diundanglah dia pada acara kajian2 dan bedah ilmu sunni syiah.
Dari situ belum ada yang mencolok. Cuci otak berlangsung perlahan lahan. Dan puncaknya adalah baiat. Khusus untuk baiat ini, disinilah fase yang sakral. Disinilah fase dimana mata hati seseorg akan ditutup oleh Allah tabaraka ‘wata’ala. Orang yang telah sampai pada fase bai’at ini sangat sulit untuk bisa disembuhkan, kecuali jika hidayah Allah SWT turun padanya.
Begitu dahsyatnya bai’at ini hingga seorang sadam husein pernah berkata, jika saja telunjuk saya sudah tertular Syiah, maka akan saya potong dan berikan buat makan anjing. Fase bai’at disini isinya adalah memohon laknat Allah SWT pada istri Rasulullah Aisyah dan para khulafa’ Rasyidin minus Ali.
Jika selesai proses ini maka mudah dan enteng buat menggiring sasaran pada revolusi aqidah..
Seperti kawin Mut’ah, mengakui wilayah 12 imam, keutamaan makan kotoran imam, pemahaman tauhid yang salah, menyelisihi sunnah sunnah nabi , dan berbagai aqidah menyimpang lainnya.
Tentunya banyak yang telah paham akan hal itu, karena sering dibagikan di posting yang lainnya
Baarakallahu fiikum. Semoga bermanfaat dan semoga Allah senantiasa Berkenan Meneguhkan hati kita pada agama-Nya. Allahumma Aamiin.
Tathbir adalah perbuatan dengan memukul atau melukai kepala sendiri dengan menggunakan pedang atau senjata tajam lainnya. Hal ini biasa dilakukan Syiah setiap tanggal 10 muharram untuk memperingati wafatnya Husen radhiyallahu ‘anhu atau yang biasa dikenal dengan perayaan Asyura. Menurut Syiah, perbuatan melukai diri sendiri tersebut merupakan sebuah amalan utama yang diyakini mendapat pahala besar. Kian parah lukanya maka makin besar pula pahala.
Tathbir ini pun sudah pernah dilakukan oleh Ketua Ormas Syiah Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) Emilia Renita. Ia mengaku sudah pernah melakukan tathbir sebanyak tiga kali.
“Sudah ya, saya sudah pernah melakukannya sebanyak tiga kali. Pertama di Irak dan dua kali di Indonesia,” ujar Emilia di kantor LBH Jakarta, pada Rabu (28/10/2015) lansir fokusislam.
Menurut mantan istri Jalaludin Rakhmat itu, saat melakukan tathbir dirinya tak takut sedikitpun.
“Kepala saya dibacok menggunakan tangan saya sendiri sampai berdarah-darah. Saya tidak takut, kami Syiah tidak ada rasa takut,” katanya.
Walau darah bercucuran dan luka, menurutnya tidak terasa sakit bahkan justru senang.
“Tidak sakit, biasa aja bahkan saya senang,” tambahnya.
Saat ditanya apakah ia memerlukan perawatan untuk menyembuhkan lukanya, Emilia tertawa dan menjawab bahwa lukanya bakal sembuh dengan sendirinya berkat keberkahan imam Husen.
“Luka cepet sembuh, padahal saya bacok keras pakai pedang. Atas keberkahan imam Husen, luka cepat kering tidak sampai tiga hari,” katanya.
Karena itulah kemudian Emilia mengatakan agar siapapun tidak coba-coba untuk mengganggu Syiah.
“Kami Syiah sudah biasa melukai diri sendiri, apalagi melukai orang lain, maka kami lebih bisa lagi,” terangnya
“Penganut Syiah Sedang Mempersiapkan ‘Revolusi’ di Indonesia Pada Tahun 2018”
Pasca mencuatnya kasus penyerbuan Syiah ke kampung Majelis Az-Zikra, pimpinan Ust Arifin Ilham, di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu  (11/02/2015), seorang Citizen Reporter semakin tertarik dengan informasi eksistensi kelompok Syiah di Indonesia. Momentum datang ketika saya bisa bertemu dengan seorang Ulama dalam sebuah pengajian belum lama ini (tidak akan saya sebutkan namanya, demi keamanan beliau).
Menurut Ulama yang cukup punya nama dikalangan aktivis Islam ini, Indonesia mayoritas Islam Sunni, tapi posisinya di ujung tanduk.
Menurut beliau, dari data Badan Intelijen Negara (BIN) yang diterimanya, Indonesia akan menjadi Suriah kedua pada tahun 2018-2020. Kelompok Syiah di Indnesia saat ini sedang menyusun kekuatan untuk melakukan sebuah “Revolusi” di Indonesia pada 2018.
“Saat ini di Indonesia, kaum Syiah sudah memiliki 10 ribu pemuda yang terlatih secara militer. Mereka dilatih oleh para Imigran gelap dari Timur Tengah yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Jumlah Imigran gelap Syiah sejumlah 6500 orang (yang tercatat), mereka berbadan tegap dengan style militer. Ada info mereka sengaja didatangkan ke Indonesia atas bantuan Intelijen AS dan dedengkot Syiah Indonesia”. Ungkap beliau.
Katanya, untuk mempersiapkan revolusi mereka, tahun ini ada ulama Syiah asal Indonesia akan pulang dari Iran (se-level Ayatullah), dibarengi 4000 pelajar Indonesia bergelar Master yang mendapat beasiswa dari Iran.
“Ini data intelijen yang valid”. Tegasnya.
Beliau menghimbau kaum Muslimin, agar  menjaga keluarga dari bahaya ajaran sesat Syiah.
“Kita jaga anak-anak kita, khususnya para Muslimah Sunni, agar tidak terpengaruh ajaran Syiah. Jangan remehkan kekuatan Syiah, mereka sudah merebut Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman. Mereka saat ini sedang mencoba kudeta di Bahrain, Kuwait dan AlJazair” Pungkasnya.
Benarkah Kelompok Syiah akan melakukan makar di Indonesia? Diluar benar tidaknya, kita harus tetap waspada. Belajar dari pengalaman di Suriah, Irak dan Yaman, negara-negara tersebut mayoritas beragama Islam Sunni, namun sekarang pemerintahannya dikuasai oleh Kelompok Syiah. Mungkin saja terjadi di Indonesia…Ingat rakyat Iran dulu mayoritas beragama Islam Sunni selama berabad-abad.
Sumber: FM/syiahindonesia.com/beritaislam . net)
Iklan
Pos ini dipublikasikan di do you know. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s