IMAN

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Puji Syukur kpd Allah Senantiasa selalu kita lakukan, kita ucapkan baik secara lisan maupun perbuatan karen hingga saat sekarang ini kita masih diberikan nikmat hidup dan nikmat iman, jika lah kita masih enggan untuk bersyukur maka carilah bumi lain selain bumi Allah ini.

Sholawat dan Salam selalu tercurah, terucap dari lisan kita yang mana kita peruntukan kepada junjungan alam Nabi kita Muhammad SAW, manusia yang memiliki visi dan misi hidup yang sangat mulia dimana hasilnya sudah kita rasakan saat sekarang ini.

padapostingan kali ini penulis akan membahas sedikit tentang “IMAN”

dari tema yang akan penulis bahas lalu apa hubungannya dengan ayat Al Ashr yang di baca di awal tadi.

jika kita bebricara tentang iman maka kita tidak terlepas dari yang namanya ilmu, nah jika kita berbicara tentang ilmu maka tidak akan terlepas dari yang namanya waktu, dari ayat di awal tadi merupakan ayat yang memngingatkan kita tentang waktu (demi masa).

sebelum kita merasa beriman dan merasa manusia yang sudah baik, mari kita lihat apakah iman itu,.jika iman itu pengertian dasarnya adalah percaya atau yakin apakah kita sudah termasuk kepada golongan manusia yang di cintai Allah, jika demikian maka iblis pun beriman, abu jahal pun beriman karna iblis itu yakin Allah itu ada, iblis itu yakin kalo kebesaran Allah itu nyata, dan abu jahal juga yakin bahwa Rasulullah itu adalah utusan Allah tapi megapa mereka masih ingkar kepada perintah Allah,,maka dari itu kita harus intorfksi diri kita kembali sudahkah kita beriman yang sebenar benarnya iman,,,karna iman itu tidak hanya sebatas percaya dan yakin saja.

akan tetapi beriman yang dimaksud oleh Allah adalah manusia yang meyakini akan kebesaran Rab nya membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). maka dari itu untuk menjadi manusia yang sebenar-benarnya beriman harus memiliki ilmu, karna jika kita beribadah tanpa ilmu maka nilai dalam suatu ibadah itu akan berkurang, manusia yang beruntung itu adalah manusia dalam hidupnya hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, untuk mendapatkan ilmu maka kita harus belajar, untuk belajar kita membutuhkan waktu, maka dari itu pergunakan waktu mu sebaik-baiknya, hasil dari ilmu itu bukanlah pengetahuan melainkan tindakan, jika orang yang ber ilmu tidak melakukan tindakan apa-apa dari ilmu yang dimilikinya maka sia-sia namun jika orang yang berilmu bertindak sesuai dengan ilmunya (ilmu yang di ridhoi Allah) maka selamatlah hidupnya di dunia dan di akhirat.

demikian ulasan kultum kali ini In Shaa Allah lain kesmpatan saya posting lagi

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Assalamualaikum……

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kultum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s