Diproteksi: Design Grafis

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan
Dipublikasi di Pemograman

Diproteksi: PRAKTIKUM I PEMOGRAMAN II

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Dipublikasi di Pemograman

Cara Membuat Tombol Dengan Kode CSS | Inspirasi Chinot Thea

Source: Cara Membuat Tombol Dengan Kode CSS | Inspirasi Chinot Thea

Dipublikasi di do you know | Meninggalkan komentar

Pentingnya Sebuah Ilmu

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillahirobbil alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du.   Petama tama marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat menikmati anugrah terindah nya berupa kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini

Tidak lupa pula kita Sampaikan Shalawat Beriringan salam kepada junjungan Nabi Besar Kita Muhammad SAW Semoga Dengan memperbanyak Shalawat, kita akan mendapatkan Syafaat – Nya di yaumil akhir kelak nantinya.

Seiring berjalannya waktu,hari berganti minggu,bulan berganti tahun. Perkembangan manusia pun banyak mengalami perubahan yang didukung dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat mutakhir. Manusia dengan mudah dapat memenuhi kebutuhan dan mewujudkan impiannya dengan memanfaatkan kemajun ilmu pengetahuan. Dulu untuk mengirim dan menyampaikan berita membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi sekarang hanya dengan beberapa detik saja kita dapat memberi dan menerima kabar dengan cepat dan mudah, meskipun dari jarak yang jauh. Itu semua berkat kemajuan ilmu.

Teman-teman sekalian ,
Dalam islam sebagaimana kita tahu,bahwa ilmu sangat berguna dan menentukan,seperi dalam Al-Qur’an Al-Mujadalah ayat 11:



“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dari kalian dan orang yang diberi ilmu beberapa derajat. dan  Allah Maha Waspada dengan apa-apa yang kamu kerjakan”.

Maksudnya : Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu yang disertai dengan keimanan kepada Allah.
Oleh karena itu Allah mewajibkan untuk mencari ilmu kapanpun dan dimanapun, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh ibnu majah yaitu sebagai berikut :
“Tholabul ‘ilmi fariidotun ‘alaa kulli muslimin”
“Mencari Ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslim”

Nah,yang merasa orang islam wajib hukumnya untuk mencari ilmu dimanapun dan kapanpun. Mengapa wajib?
Coba bayangkan oleh teman- teman sekalian, misalkan kita tidak tahu ilmu elektronika terus kita membongkar computer. Maksud hati untuk memperbaiki tapi apa yang terjadi? Malah an..…cur.
Hadirin dan teman-teman, Para pencari ilmu!
Apapun cita–cita atau keinginan kita, Insya Allah dapat kita capai dengan memiliki ilmunya. “Sebagaimana Rasul bersabda “man arodad dunya fa’alaiha bil ilmi,waman arodal akhiro fa’alaiha bil ilmi,waman aroda huma fa’alaihim bil ilmi “Siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka dapat di capai dengan ilmu, Siapa menghendaki kehidupan akhirat juga dicapai dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan akhirat keduanya dapat di capai dengan ilmu.” jadi apapun cita-cita dan keinginan kita dapat kita raih bila kita memiliki ilmu, tentunya disertai dengan Belajar keras. khusus untuk teman-teman Saya, mumpung kita masih muda masih imut-imut belum amit-amit mari kita mencari ilmu dengan belajar dan belajar agar kelak nanti bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa, agama dan orang tua.
Dan di usia kita banyak sekali keuntungannya, sebagaimana dalam Pepatah yang tentunya teman-teman juga Tau
“Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir di atas air. “

Sekian Qultum dari saya, bila ada kesalahan itu semata-mata datang dari diri saya dan bila ada hal yang benar itu semata-mata datangnya dari allah S.W.T.

Kalau main gitar pakai akar kedongdong Kalau mau pintar belajar dulu dong.
Saya sudahi wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr Wb

 

sumber : http://cyber-empires.blogspot.com/2013/10/kultum-pentingnya-sebuah-ilmu.html#.VtZf5TG0r5c

Dipublikasi di Kultum | Meninggalkan komentar

Tantangan Modernisasi Bagi Remaja Muslim

Tantangan Modernisasi Bagi Remaja Muslim

 Para futurolog (ahli masa depan) memprediksi bahwa masa depan yang akan dihadapi manusia adalah masa kejayaan teknologi komunikasi. Prediksi ini didasari oleh realita saat ini, ketika kemajuan teknologi bidang mikrochip, komputer, dan satelit cukup dominan. Tiga bidang teknologi inilah yang akan memacu revolusi komunikasi dan informasi, sebagaimana dinyatakan Teknologi bidang microchip, computer, dan sattelit satu sama lain saling melengkapi.

Bertolak dari apa yang dikemukakan UNESCO, jelaslah bahwa yang menjadi kiblat riset iptek saat ini adalah Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang, dan Rusia. Bagaimana dengan negara-negara muslim? Tidak ada satu pun negara muslim yang dijadikan kiblat dalam bidang iptek karena porsi kepemilikan risetnya hanya sekitar tiga persen saja dari seluruh hasil riset yang dikembangkan di dunia ini. Konsekuensinya, kemajuan bidang teknologi dengan segala konsekuensinya, termasuk di dalamnya revolusi informasi akan mencerminkan para penguasa teknologi itu sendiri, yaitu bercirikan sekuler (nilai-nilai transendental terlepas dari kehidupan duniawi).
Konsekuensi selanjutnya sebagai akibat dari revolusi teknologi dan revolusi informasi adalah revolusi sosial dan budaya. Hal ini terjadi karena batas-batas geografis antar negara makin transparan, sehingga terjadilah budaya yang makin mengglobal, bahkan merambah pada bidang ekonomi (ekonomi global).
Bertolak dari paparan di atas, ada beberapa masalah yang perlu diantisipasi, yaitu apa yang harus dilakukan remaja muslim dalam menghadapi tantangan modernitas (revolusi teknologi, informasi, dan budaya)? Lalu, bagaimana ajaran Islam bisa dilaksanakan secara konsekuen di tengah-tengah arus sekulerisme yang begitu kuat?
Secara garis besar, sikap remaja muslim dalam menghadapi tantangan modernitas terbagi pada tiga kelompok;
1. Remaja muslim yang distopistik, yaitu remaja muslim yang lari dari kenyataan, apatis, bahkan pesimis menghadapi tantangan modernitas. Mereka lari dari persaingan, tidak ada gairah belajar, bahkan berhenti kuliah karena menganggap bahwa materi perkuliahan itu ilmu sekuler, dan akhirnya berdiam diri.
2. Remaja muslim yang utopistik, yaitu remaja muslim yang memiliki optimisme yang berlebihan. Ia berkeyakinan bahwa kemodernan itu bisa menyelesaikan segala masalah. Karena itulah ia belajar sungguh-sungguh dan siap bersaing. Hal tersebut tentunya sangat baik. Sayangnya, remaja yang utopistik ini sikapnya berlebihan.
3. Remaja muslim yang moderat, yaitu remaja yang mampu melihat dirinya secara utuh, tulus dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak lalai dalam menghadapi tantangan zaman. Sikapnya diimplementasikan dengan belajar dan bekerja sungguh-sungguh, mau bersaing, dan mampu melihat kenyataan secara realistik.
Mencermati kenyataan di atas, bisa dianalisis bahwa yang paling ideal adalah sikap yang ketiga, yaitu moderat. Dikatakan ideal karena sikap ini didukung oleh beberapa isyarat Al Qr’an bahwa kaum muslimin, baik laki-laki ataupun perempuan, dinobatkan sebagai khalifah fil ardh (yang mengatur bahkan sebagai decision maker demi kemaslahatan dunia). Dan untuk bisa melaksanakan kekhalifahan secara mapan, modal utamanya adalah ilmu, hal ini tercermin ketika Allah swt. berfirman kepada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan Adam dan keturunannya (manusia) sebagai khalifah. Yang diperlihatkan kepada para malaikat untuk menduduki jabatan khalifah fil ardh adalah penguasaan ilmu. (lihat Q.S. Al Baqarah: 30-33).
Penguasaan ilmu merupakan kunci kesuksesan sebagai khalifah fil ardh. Kemudian terlihat pula dalam ayat yang pertama kali diterima Rasulullah saw., yaitu lima ayat dari surat Al ‘Alaq. Lima ayat ini menyentuh masalah yang paling essensial dari potensi manusia, yaitu akal dan batin (fikir dan dzikir), juga disebutkan perangkatnya, yaitu iqra (baca, riset, teliti), ‘allama (mengajarkan/transfer ilmu), dan qalam (alat tulis/alat penyimpan data/memori).
Kalau ayat-ayat Al Qur’an ditelusuri secara seksama, bisa ditemukan bahwa pengembangan dan pengoptimalan intelektual yang berwawasan tauhid sangat mewarnai pesan-pesan Al Qur’an. Ini terbukti misalnya dengan disebutkannya kata ‘ilmu dengan berbagai pecahannya sebanyak 780 kali. Allah swt. mengangkat derajat orang yang berilmu dan beriman (Q.S. 58: 11). Kemudian, yang paling takut pada Allah adalah orang-orang yang berilmu (Q.S. 35: 28).
Berbekal ruh inilah, kemudian kaum muslimin generasi awal membangun fondasi peradaban untuk bisa mandiri. Karena kemandirian merupakan suatu keniscayaan/kemestian untuk bisa melaksanakan ajaran Islam secara utuh (Q.S. 4; 141). Akhirnya, fakta historis menunjukkkan bahwa dengan semangat Qur’ani, selama beberapa abad ulama-ulama/saintis-saintis muslim menjadi pelopor ilmu, pembawa obor pengetahuan, dan karya-karya mereka dijadikan texbook/handbook di Eropa selama beberapa abad, sehingga kaum muslimin benar-benar menduduki jabatan khalifah fil ardh. Namun, mengapa kaum muslimin saat ini mundur, mereka hanya sebagai objek, dan tidak menjadi subjek?
Pada masa keemasan, kemakmuran duniawi ternikamati karena fasilitas hidup melingkupi diri. Kondisi ini cenderung membuat manusia lupa akan tugas utamanya, yaitu beribadah dan meneruskan mata rantai perjuangan. Semangat ijtihad (pengembangan ilmu) dan jihad (pengembangan power) yang sebenarnya harus tetap melekat pada dada setiap muslim, mulai menurun dari semangat hidup kaum muslimin. Pelan tapi pasti, semangat ijtihad dan jihad mulai direbut oleh orang-orang Eropa yang saat itu mulai bangun dari kelelapan keterbelakangannya. Dengan proses waktu, kira-kira mulai abad ke-14 Masehi dan seterusnya, supremasi mulai berpindah ke tangan orang lain, satu per satu negara-negara muslim bertekuk lutut pada orang lain. Klimaksnya, kaum muslimin menjadi bangsa tertindas, menjadi budak-budak bangsa nonmuslim hingga awal abad ke-19.
Jadi, penyebab utama kemunduran dan kekalahan kaum muslim adalah mandulnya semangat ijtihad (pengembangan ilmu) dan jihad (penegakkan power). Kini perlu ditelusuri faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi mandulnya semangat pengembangan ilmu itu. Masalah ini sebenarnya tidak mudah untuk dijawab, sebab cukup kompleks. Walaupun demikian, kita bisa mencoba membuat suatu hipotesis bahwa penyebab dominan kemandulan pengembangan ilmu di kalangan kaum muslimin adalah karena lahirnya pemikiran dikhotomistik terhadap ilmu (ilmu terbagi dua: ilmu umum dan ilmu agama).Ini merupakan miskonsepsi (kesalahan konsep) yang cukup fatal, sebab tidak relevan dengan ruh Qur’ani. Ada beberapa alasan mengapa pandangan dikhotomistik itu tidak sejalan dengan ajaran Al Qur’an.
1. Dalam sebagian besar ayat Al Qur’am dan hadits, konsep ilmu secara mutlak muncul dalam makna generik (umum), misalnya dalam Q.S. 2: 31, 39: 9, 96: 5, 12: 76, 16: 70, dll.
2. Beberapa ayat Al Qur’an secara eksplisit menunjukkan bahwa ilmu itu tidak mengandung arti hanya belajar prinsip-prinsip dan hukum-hukum agama saja, misalnya dalam Q.S. 27: 15-16 (dalam ayat ini disebutkan Nabi Sulaiman memandang pengetahuan bahasa burung sebagai rahmat dari Allah swt). Atau bisa dibaca Q.S. 35: 27-28 (kata ulama –pemilik pengetahuan— dalam ayat ini menunjuk pada orang yang sadar akan hukum alam dan misteri-misteri penciptaan, sehingga merasa rendah hati dan takut di hadapan Allah swt).
3. Al Qur’an mengakui adanya bidang spesialisasi dalam penguasaan ilmu (Q.S. 9: 122). Namun spesialisasi itu tidak identik dengan dikhotomisasi (pemisahan).
Pemikiran dikhotomistik ini bukan hanya memandulkan semangat riset, tapi juga bisa melahirkan pertentangan internal antara kubu ilmu umum (ilmuwan/saintis) dan kubu ilmu agama (agamawan). Para ahli ilmu agama cenderung kurang menghargai, atau bahkan lebih ekstrim lagi ada yang mengkafirkan hasil penemuan ilmu-ilmu umum. Konsekuensinya, orang-orang yang bergelut di bidang ilmu umum menilai para agamawan sebagai penghambat kemajuan ilmu. Klimaksnya, iptek terpisah dari agama.
Untuk bisa menanggulangi sukses generasi awal, kita harus melakukan seperti apa yang pernah mereka lakukan. Tugas mendesak yang harus dilakukan saat ini adalah mengembalikan ruh Islam secara proporsional dalam seluruh dimensi kehidupan. Maksudnya, kita harus melakukan seperti apa yang pernah dilakukan Rasul, yaitu tidak memisahkan dunia dan akhirat. Setiap aktivitas duniawi mempunyai proyeksi akhirat dan setiap amalan ukhrawi memiliki imbas duniawi. Sehingga terciptalah fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah (di dunia memiliki supremasi dan di akhirat menikmati surga abadi).Agar supremasi duniawi yang pernah diraih kaum muslimin ini bisa direbut kembali, menjadi suatu keniscayaan bagi remaja untuk mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh, tekun, dan selalu siap berkompetisi, serta menghadapi kenyataan secara realistik. Wallahu A’lam
Dipublikasi di Kultum | Meninggalkan komentar

IMAN

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Puji Syukur kpd Allah Senantiasa selalu kita lakukan, kita ucapkan baik secara lisan maupun perbuatan karen hingga saat sekarang ini kita masih diberikan nikmat hidup dan nikmat iman, jika lah kita masih enggan untuk bersyukur maka carilah bumi lain selain bumi Allah ini.

Sholawat dan Salam selalu tercurah, terucap dari lisan kita yang mana kita peruntukan kepada junjungan alam Nabi kita Muhammad SAW, manusia yang memiliki visi dan misi hidup yang sangat mulia dimana hasilnya sudah kita rasakan saat sekarang ini.

padapostingan kali ini penulis akan membahas sedikit tentang “IMAN”

dari tema yang akan penulis bahas lalu apa hubungannya dengan ayat Al Ashr yang di baca di awal tadi.

jika kita bebricara tentang iman maka kita tidak terlepas dari yang namanya ilmu, nah jika kita berbicara tentang ilmu maka tidak akan terlepas dari yang namanya waktu, dari ayat di awal tadi merupakan ayat yang memngingatkan kita tentang waktu (demi masa).

sebelum kita merasa beriman dan merasa manusia yang sudah baik, mari kita lihat apakah iman itu,.jika iman itu pengertian dasarnya adalah percaya atau yakin apakah kita sudah termasuk kepada golongan manusia yang di cintai Allah, jika demikian maka iblis pun beriman, abu jahal pun beriman karna iblis itu yakin Allah itu ada, iblis itu yakin kalo kebesaran Allah itu nyata, dan abu jahal juga yakin bahwa Rasulullah itu adalah utusan Allah tapi megapa mereka masih ingkar kepada perintah Allah,,maka dari itu kita harus intorfksi diri kita kembali sudahkah kita beriman yang sebenar benarnya iman,,,karna iman itu tidak hanya sebatas percaya dan yakin saja.

akan tetapi beriman yang dimaksud oleh Allah adalah manusia yang meyakini akan kebesaran Rab nya membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). maka dari itu untuk menjadi manusia yang sebenar-benarnya beriman harus memiliki ilmu, karna jika kita beribadah tanpa ilmu maka nilai dalam suatu ibadah itu akan berkurang, manusia yang beruntung itu adalah manusia dalam hidupnya hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, untuk mendapatkan ilmu maka kita harus belajar, untuk belajar kita membutuhkan waktu, maka dari itu pergunakan waktu mu sebaik-baiknya, hasil dari ilmu itu bukanlah pengetahuan melainkan tindakan, jika orang yang ber ilmu tidak melakukan tindakan apa-apa dari ilmu yang dimilikinya maka sia-sia namun jika orang yang berilmu bertindak sesuai dengan ilmunya (ilmu yang di ridhoi Allah) maka selamatlah hidupnya di dunia dan di akhirat.

demikian ulasan kultum kali ini In Shaa Allah lain kesmpatan saya posting lagi

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Assalamualaikum……

Dipublikasi di Kultum | Meninggalkan komentar

Waspada Bahaya Syiah dan metode cuci otak

Metode cuci otak oleh kalangan syiah
-. Pertama akan ditanyakan: apakah anda muslim?..
-. Jika anda muslim, apakah anda mencintai Rasulullaah?..
-. Yg benar!!.. apakah anda mencintai Rasulullaah?.. Buktinya mana?..
-. Kalau anda mencintai keluarga Rasulullaah, kok anda diam saja ketika HAK RASULULLAAH DAN KELUARGANYA DIRAMPAS?..
MUSLIM APA ANDA INI?..
Yg belum mengenal syiah tentu akan kelabakkan dengan kemasan seperti ini.
Inilah senjata awal yang dipakai.. Ketika sasaran yang dimaksud mulai bimbang, maka akan dihujani lagi dengan manipulasi sejarah islam yang.. Jujur saja.. Penuh dengan spirit kebencian atas terdholiminya Rasulullah dan keluarganya oleh ummat islam sepeninggal beliau.
Tanpa dasar pemahaman islam yg benar, maka biasanya sasaran akan “terbakar”.. Yah pastilah…
Siapa sih muslim yang tidak marah ketika Rasulullah dan keluarganya dikhianati?..
Itulah mengapa para pengikut aliran tersebut rata2 anak muda yang cerdas dibidang akademisi namun dangkal aqidah sehingga pondasinya tidak siap ketika berhadapan di wilayah ini.
Ketika sasaran telah masuk, maka metode selanjutnya adalah penggiringan bahwa ajaran islam yang kita pakai sekarang bukanlah murni ajaran islam dari baginda Rasulullah.. Ajaran islam yang kita pakai sekarang adalah dari para sahabat pengkhianat Rasulullah yang oleh kaum syiah disebut dedengkotnya adalah sayyidatuna Aisyah istri Rasulullah dan para khulafa’ Rasyidin minus sayyiduna Ali.
Ketika sampai pada fase tsb, tentu akan sangat manusiawi jika sasaran menjadi penasaran jika islam yang kita anut bukan sesuai ajaran Rasulullah.. lantas seperti apakah ajaran islam yang murni..?
Dan jawaban mereka.. ajaran islam yang murni hanya ada pada sayyiduna Ali bin Abu Thalib. (kaum syiah tidak pernah menyebutnya sayidina tetapi imam). Dan ajaran islam yang murni itulah yang diteruskan hanya oleh para pengikut Ali. Dari sinilah muncul nama syiah.
Syiah=Pengikut.
Ketika sasaran ingin tau lebih jauh maka diundanglah dia pada acara kajian2 dan bedah ilmu sunni syiah.
Dari situ belum ada yang mencolok. Cuci otak berlangsung perlahan lahan. Dan puncaknya adalah baiat. Khusus untuk baiat ini, disinilah fase yang sakral. Disinilah fase dimana mata hati seseorg akan ditutup oleh Allah tabaraka ‘wata’ala. Orang yang telah sampai pada fase bai’at ini sangat sulit untuk bisa disembuhkan, kecuali jika hidayah Allah SWT turun padanya.
Begitu dahsyatnya bai’at ini hingga seorang sadam husein pernah berkata, jika saja telunjuk saya sudah tertular Syiah, maka akan saya potong dan berikan buat makan anjing. Fase bai’at disini isinya adalah memohon laknat Allah SWT pada istri Rasulullah Aisyah dan para khulafa’ Rasyidin minus Ali.
Jika selesai proses ini maka mudah dan enteng buat menggiring sasaran pada revolusi aqidah..
Seperti kawin Mut’ah, mengakui wilayah 12 imam, keutamaan makan kotoran imam, pemahaman tauhid yang salah, menyelisihi sunnah sunnah nabi , dan berbagai aqidah menyimpang lainnya.
Tentunya banyak yang telah paham akan hal itu, karena sering dibagikan di posting yang lainnya
Baarakallahu fiikum. Semoga bermanfaat dan semoga Allah senantiasa Berkenan Meneguhkan hati kita pada agama-Nya. Allahumma Aamiin.
Tathbir adalah perbuatan dengan memukul atau melukai kepala sendiri dengan menggunakan pedang atau senjata tajam lainnya. Hal ini biasa dilakukan Syiah setiap tanggal 10 muharram untuk memperingati wafatnya Husen radhiyallahu ‘anhu atau yang biasa dikenal dengan perayaan Asyura. Menurut Syiah, perbuatan melukai diri sendiri tersebut merupakan sebuah amalan utama yang diyakini mendapat pahala besar. Kian parah lukanya maka makin besar pula pahala.
Tathbir ini pun sudah pernah dilakukan oleh Ketua Ormas Syiah Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) Emilia Renita. Ia mengaku sudah pernah melakukan tathbir sebanyak tiga kali.
“Sudah ya, saya sudah pernah melakukannya sebanyak tiga kali. Pertama di Irak dan dua kali di Indonesia,” ujar Emilia di kantor LBH Jakarta, pada Rabu (28/10/2015) lansir fokusislam.
Menurut mantan istri Jalaludin Rakhmat itu, saat melakukan tathbir dirinya tak takut sedikitpun.
“Kepala saya dibacok menggunakan tangan saya sendiri sampai berdarah-darah. Saya tidak takut, kami Syiah tidak ada rasa takut,” katanya.
Walau darah bercucuran dan luka, menurutnya tidak terasa sakit bahkan justru senang.
“Tidak sakit, biasa aja bahkan saya senang,” tambahnya.
Saat ditanya apakah ia memerlukan perawatan untuk menyembuhkan lukanya, Emilia tertawa dan menjawab bahwa lukanya bakal sembuh dengan sendirinya berkat keberkahan imam Husen.
“Luka cepet sembuh, padahal saya bacok keras pakai pedang. Atas keberkahan imam Husen, luka cepat kering tidak sampai tiga hari,” katanya.
Karena itulah kemudian Emilia mengatakan agar siapapun tidak coba-coba untuk mengganggu Syiah.
“Kami Syiah sudah biasa melukai diri sendiri, apalagi melukai orang lain, maka kami lebih bisa lagi,” terangnya
“Penganut Syiah Sedang Mempersiapkan ‘Revolusi’ di Indonesia Pada Tahun 2018”
Pasca mencuatnya kasus penyerbuan Syiah ke kampung Majelis Az-Zikra, pimpinan Ust Arifin Ilham, di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu  (11/02/2015), seorang Citizen Reporter semakin tertarik dengan informasi eksistensi kelompok Syiah di Indonesia. Momentum datang ketika saya bisa bertemu dengan seorang Ulama dalam sebuah pengajian belum lama ini (tidak akan saya sebutkan namanya, demi keamanan beliau).
Menurut Ulama yang cukup punya nama dikalangan aktivis Islam ini, Indonesia mayoritas Islam Sunni, tapi posisinya di ujung tanduk.
Menurut beliau, dari data Badan Intelijen Negara (BIN) yang diterimanya, Indonesia akan menjadi Suriah kedua pada tahun 2018-2020. Kelompok Syiah di Indnesia saat ini sedang menyusun kekuatan untuk melakukan sebuah “Revolusi” di Indonesia pada 2018.
“Saat ini di Indonesia, kaum Syiah sudah memiliki 10 ribu pemuda yang terlatih secara militer. Mereka dilatih oleh para Imigran gelap dari Timur Tengah yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Jumlah Imigran gelap Syiah sejumlah 6500 orang (yang tercatat), mereka berbadan tegap dengan style militer. Ada info mereka sengaja didatangkan ke Indonesia atas bantuan Intelijen AS dan dedengkot Syiah Indonesia”. Ungkap beliau.
Katanya, untuk mempersiapkan revolusi mereka, tahun ini ada ulama Syiah asal Indonesia akan pulang dari Iran (se-level Ayatullah), dibarengi 4000 pelajar Indonesia bergelar Master yang mendapat beasiswa dari Iran.
“Ini data intelijen yang valid”. Tegasnya.
Beliau menghimbau kaum Muslimin, agar  menjaga keluarga dari bahaya ajaran sesat Syiah.
“Kita jaga anak-anak kita, khususnya para Muslimah Sunni, agar tidak terpengaruh ajaran Syiah. Jangan remehkan kekuatan Syiah, mereka sudah merebut Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman. Mereka saat ini sedang mencoba kudeta di Bahrain, Kuwait dan AlJazair” Pungkasnya.
Benarkah Kelompok Syiah akan melakukan makar di Indonesia? Diluar benar tidaknya, kita harus tetap waspada. Belajar dari pengalaman di Suriah, Irak dan Yaman, negara-negara tersebut mayoritas beragama Islam Sunni, namun sekarang pemerintahannya dikuasai oleh Kelompok Syiah. Mungkin saja terjadi di Indonesia…Ingat rakyat Iran dulu mayoritas beragama Islam Sunni selama berabad-abad.
Sumber: FM/syiahindonesia.com/beritaislam . net)
Dipublikasi di do you know | Meninggalkan komentar